Friday, February 28, 2020

Lika liku hidup bagaikan aliran air sungai

Oleh : Jmk Gde Garnida

Lika liku hidup bagaikan aliran air sungai menuju lautan di harapkan harus mampu melewati alur lika liku aliran air.
bahkan tak jarang terjadi benturan kadang terjun di jurang terjal sekalipun,di banting sana sini,terpental,tertinggal di belakang kemudian sekali berada di depan,berebutan di ruang sempit,itulah lika liku aliran air,namun jika mampu tetep mengikuti alur kemanapun di bawa,maka akan sampai hilir..
Mampu melewati semua tantangan realita hidup baik itu pahit terkadang sangat menyakitkan tk jarang terjadi gesekan,bahkan hampir tk pernah merasakan manisnya kehidupan,yg ada hanya penderitaan,mampu mengikuti perubahan jaman dan mampu beradaptasi dgn lingkungan bukan sebaliknya..!! 
Maka tujuan hidup akan bisa di capai,karena itulah drama dlm hidup...!

Jangan seperti sepotong kayu hanyut di aliran air,,!!!
Kayu spt itu tk mampu melewati lika liku aliran air,sering tersangkut,sering melawan arus,maka pasti akan terlambat sampai hilir,kayu itu amat susah sampai hilir bahkan hampir pasti tidak sampai...!!

Ikutilah aliran air,nikmati suara riuh aliran air maka akan sampai hilir,nikmatilah hidup ini ikuti alur kehidupan ini maka akan indah pada waktunya

Jalani semua realita hidup karena itu bagian dari karma masa lalu,jgn sedih tetap semangat perbanyak bersyukur walau masih belum beruntung...Pada saatnya tiba semua akan di akhiri oleh sang Waktu...

Waktu adalah raja
Di pertemukan oleh waktu
Maka waktu juga yg memisahkan
Sebelum terlambat semasih ada waktu
Maka perbanyak berbuat baik
Kurangi berbuat dosa
Sampai waktu memisahkan

Rahayu
Ampura kirang langkung

Menguak nilai kebenaran Nak mule keto menjadi Nak Saja Keto sebuah upaya cerdas

Oleh : Jmk Gde Garnida
Ungkapan Nak mule keto
Sebuah jawaban dari tetua di Bali ketika tdk mampu menjelaskan sebuah pertanyaan ataukah sedang menyembunyikan sesuatu agar tidak di sentuh atau ingin mempertahankan sesuatu shingga jawaban itu muncul

Sangat beralasan juga tetua yang ingin generasinya melanjutkan sesuatu,namun generasi milenium dengan perkembangan pendidikan yang mumpuni tidak bisa menerima begitu saja jawaban Nak Mule Keto,apalagi dalam bidang agama mereka meyakini pasti ada sebab di balik akibat.

Sebuah contoh Dunia dengan segala isinya pastilah ada yang membuat/menciptakan dan semua agama setuju,jika saja pertanyaan siapa yang menciptakan dunia di jawab Nak Mule Keto maka bisa di bayangkan akan jadi bahan olok olokan.

Nak mule keto bukanlah salah,tapi menyimpan suatu kebenaran yang belum terungkap,apalagi kebenaran itu nampak samar samar atau sama sekali tidak,maka tugas para rohaniawan dan sarjana Hindu untuk menguak kandungan kebenaran dalam ungkapan Nak Mule Keto.

Namun amat di sayangkan ada beberapa oknum warga yang tidak mau kebenaran yang tersimpan di ungkap,muncul suatu pertanyaan apakah kebenaran untuk diketahui kemudian di amalkan atau disembunyikan ?

Kalau hanya untuk di sembunyikan buat apa para tetua mewariskannya,bukankah lebih baik di sembunyikan serapi rapinya agar semua orang sama sekali tidak bisa melacaknya,apalagi mewariskannya.
Bukankah agama mengajarkan suatu kebenaran ? Jika ya,maka kebenaran yang tersembunyi wajib di gali kemudian di sebarkan agar umat paham akan nilai yang terkandung shingga generasi milenial tidak lagi mendapat jawaban Nak Mule Keto.

Andai ada jalan terang untuk mengungkap kebenaran nak mule keto,maka lambat laun apa yang tetua wariskan akan dipertahankan oleh generasi milenial,pengungkapan kebenaran bukan untuk merubah yang ada,tetapi untuk mengungkap nilai kebenaran yang tersembunyi kemudian mempertahankannya.apalagi sebuah tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun,maka amat layak untuk di lestarikan walau jaman sudah berkembang.

Oknum yang kurang mau mengungkap nilai kebenaran sebenarnya masih di hantui rasa ketakutan kalau apa yang ingin di pertahankan akan di rubah,ini sebuah pemikiran berlebihan akan sebuah ketakutan,jika saja di maknai positif ataukah perlu penjelasan lebih untuk meyakinkan bahwa semua itu digaransi tidak akan di rubah kemungkinan jalan terang menuju pengungkapan nilai kebenaran terbuka lebar.

Apapun alasannya kebenaran wajib di tegakan,untuk menegakkan maka perlu tahu isi kebenaran yang tersembunyi,bagaimana mungkin menegakkan kebenaran apalagi mengamalkan nilainya jika kebenaran itu masih tersembunyi

Mempertahankan yang sudah ada kemudian menyempurnakan kekurangannya adalah amat bijaksana, bukan sebaliknya menghilangkan yang sudah ada dengan menggantinya dengan yang lain,adalah sebuah tindakan gegabah.

Rahayu

ASAL USUL IDA RATU GEDE DALEM PED

Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling


Berikut akan diulas secara singkat kisah Sugra Pakulun “Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling”, yang didapat dari berbagai referensi. Selamat membaca :)

Hiduplah seorang Pangeran yang bertempat tinggal di Gunung Kila, yang bernama Pangeran Jumpungan. Pangeran Jumpungan menjadi seorang Pendeta, sehingga mempunyai gelar Dukuh. Dukuh Jumpungan memiliki keahlian dalam hal membuat perahu, sehingga beliau membuat loloan di Nusa Penida dan di Ceningan. Dukuh Jumpungan mempunyai istri yang bernama Ni Puri. Dari perkawinannya ini melahirkan Pangeran Merja. Pangeran Merja mempunyai istri yang bernama Ni Luna, dari perkawinannya terlahir Pangeran Undur dan seorang putri yang bernama Dyah Ranggini. Pangeran Undur mempunyai istri bernama Ni Lumi, sedangkan sang putri diambil istri menjadi permaisuri oleh Dalem Sawang. Dari perkawinan Pangeran Undur lahirlah Pangeran Renggan. Keturunan Dukuh Jumpungan yang lain adalah Pangeran Jurang yang beristri Ni Jarum bertempat di Bukit Biye, Ni Luh Puri di Goa Lawah, Pangeran Yangga di Padang, Ni Runa di Sakenan dan Pangeran Cenes di Segara.

,
Dari perkawinan Pangeran Renggan dengan Ni Merahim, lahirlah dua orang anak, satu laki-laki, yang satunya adalah perempuan. Yang laki-laki bernama Pangeran I Gede Mecaling dan yang perempuan di beri nama Ni Tole. Ni Tole kemudian menjadi permaisuri Dalem Sawang yang menjadi raja di Nusa Penida. Sedang Pangeran I Gede Mecaling mempunyai seorang istri yang bernama Ratu Ayu Mas Lebur Jagat atau Sang Ayu Mas Meketel atau Sang Ayu Mas Rajeg Bumi. Pangeran I Gede Mecaling menjadi Raja setelah Dalem Sawang wafat, karena berperang dengan Dalem Dukut.

Pangeran I Gede Mecaling sangat senang melakukan tapa brata yoga semadhi di Ped, pengastawaanya (pemujaan) ditujukan kepada Ida Bhatara Ciwa. Karena keataatan beliau melakukan yoga semadhi membuat hati Ida Bhatara Ciwa tersentuh. Siapakah yang melakukan yoga semadhi sedemikian hebatnya di bumi, sehingga Ida Bhatara Ciwa bersedia turun dari Swarga Loka untuk melihat di Bumi siapakah yang melakukan yoga sampai membuat hati beliau tersentuh. Dengan ketekunan tersebut Ida Bhatara Ciwa memberikan anugerah kesaktian berupa Kanda Sanga. 

Kemudian, setelah mendapat panugrahan Kanda Sanga fisik Pangeran I Gede Mecaling menjadi berubah. Badan beliau menjadi besar, wajah beliau menjadi menyeramkan, taringnya menjadi panjang, suaranya menggetarkan seisi jagat raya. Sedemikian hebat dan sangat menyeramkan, maka seketika itu juga jagat raya menjadi guncang. Kegaduhan, ketakutan, kengerian yang disebabkan oleh rupa, bentuk dan suara yang meraung-raung siang dan malam dari Pangeran I Gede Mecaling membuat gempar di marcapada. 

Melihat dan mendengar hal demikian, para Dewa pun ikut menjadi bingung karena tidak ada satu orang pun yang bisa menandingi kesaktian Pangeran I Gede Mecaling. Bahkan sesungguhnya para Dewata tidak ada yang bisa menandingi, tidak ada yang bisa mengalahkan kesaktian Pangeran I Gede Mecaling yang bersumber dari kedua taring beliau yang telah diberi anugrah oleh Ida Bhatara Ciwa. Selain dari taring (caling), Beliau juga memliki kesaktian Catur Sakti. 

Akhirnya turunlah Ida Bhatara Indra untuk berusaha memotong taring Pangeran I Gede Mecaling. Setelah taring Pangeran I Gede Mecaling berhasil dipotong barulah beliau berhenti menggemparkan seisi jagat raya. Setelah itu Pangeran I Gede Mecaling kembali melakukan tapa brata yoga semadhi, pengastawanya di tujukan kepada Ida Bhatara Rudra. Lalu Ida Bhatara Rudra pun berkenan turun ke bumi untuk memberikan panugrahan kepada Pangeran I Gede Mecaling, berupa Panca Taksu, yaitu: 
1. Taksu Balian
2. Taksu Penolak Grubug
3. Taksu Kemeranan
4. Taksu Kesaktian
5. Taksu Penggeger. 

Salah satu Perancangan Ida
Dengan demikian Pangeran I Gede Mecaling memimpin semua Wong Samar dan Babhutan-Babhutan yang ada di bumi. Sebagai berikut Panjak Ida : 
1. Sang Bhuta Asu 
2. Sang Bhuta Narijana 
3. Sang Bhuta Keli 
4. Sang Bhuta Bregala 
5. Sang Bhuta Sungsang 
6. Sang Bhuta Terakas 
7. Sang Bhuta Pelor 
8. Sang Bhuta Landrang 
9. Sang Bhuta Kiram 
10. Sang Bhuta Rangsam 
11. Sang Bhuta Tiyaksa 
12. Sang Bhuta Suwanda 
13. Sang Bhuta Kerandah 
14. Sang Bhuta Wewerung 
15. Sang Bhuta Bebahung
Pura Penataran Ped, Nusa Penida
Sebagai pengabih utama Ida Bethari Durga Dewi, Beliau diberi wewenang oleh Ida Bhatari Durga Dewi untuk mencabut nyawa manusia yang ada di bumi. Pangeran I Gede Mecaling juga di berikan wewenang sebagai penguasa samudra. Karena menguasai samudra sering juga disebut Ida Ratu Gede Samudra. Gelar Pangeran I Gede Mecaling yang diberikan oleh Ibu Durga Dewi yaitu Papak Poleng dan permaisurinya Sang Ayu Mas Rajeg Bumi diberi gelar Papak Selem. Pangeran I Gede Mecaling moksha di Ped dan istrinya moksha di Bias Muntig. Keduanya sekarang sebagai penguasa di bumi Nusa Penida dan mendapat wewenang sebagai penguasa kematian. 

Dan akhirnya beliau bergelar Sugra Pakulun “Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling” atau “Ida Bhatara Ratu Sakti Mas Mecaling”. 

Maka bagi umat Hindu yang ingin umurnya panjang, sehat, selamat dan lain-lain memohonlah kepada Beliau, Sugra Pakulun “Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling”. Semoga Ida senantiasa selalu ngicenin Waranugraha kepada kita semua, dan menjaga Pulau Bali dan Nusa Penida dari segala macam bencana dan mara bahaya. 

Wednesday, February 26, 2020

Beryadnya dengan ketulusan dan keiklasan (lascarya) Sing kene sing keto

Oleh: Jmk Gde Garnida
Yadnya adalah korban suci yang tulus dan iklas,maka setelah melakukan gelaran yadnya tidak boleh ada rasa penyesalan,untuk itu perlu suatu pertimbangan matang dalam melakukan gelaran yadnya agar hasil yang ingin di capai bisa maksimal.
Pada jaman sekarang banten yang di pakai untuk upacara yadnya bisa dengan jalan membeli beda dengan dahulu yang tidak ada tempat membeli karena memang yang menjual tidak ada.
Sekarang perlombaan jualan banten upakara bak jamur musim hujan yang sangat menjanjikan,saking ketatnya persaingan munculah persaingan tidak sehat,bahkan sampai mengorbankan segala cara untuk melegalkan usahanya agar mendapat tempat di hati pembeli.

Mulai dari menjelek jelekan usaha saingan sampai menakuti nakuti yang beryadnya,inilah sebuah pembodohan umat bahkan rohaniawan juga hanyut dalam usaha meyakinkan pembeli.sebuah pembodohan umat mereka lontarkan agar mau membeli produknya,ada sebagian calon pembeli yang kena jerat dan hanyut dalam pembodohan itu.
Yang mengherankan yang ikut kena pembodohan justru mereka yang sudah berpendidikan dalam agama.
Sebuah upaya pembodohan yang di lakukan dengan mengatakan bantennya yang terbaik, parahnya lagi hanya banten dan pemangkunya saja yang bisa menyelesaikan dengan tingkat keberhasilan yadnya maksimal ,tanpa pemangku dan bantennya yang di maksud maka yadnya yang akan di lakukan bisa berakibat fatal atau yadnya di ulang kembali,karena yadnya di anggap tidak berhasil.sungguh suatu pembodohan umat dan menakuti umat agar jualannya laris manis,yang tidak layak di lakukan apalagi menjual sebuah banten untuk keperluan sebuah yadnya suci yang semestinya tidak terkontaminasi niat yang kurang baik (suci).

Dalam usaha mencari nafkah siapa saja boleh namun dalam sarasamuccaya di sebutkan selalu menggunakan prinsip 'catur purusa artha' di mana prinsip dharmalah yang di pegang teguh untuk mencari nafkah (penghasilan) oleh karenanya tipu daya dengan membodohi umat dan menakuti sebuah upaya yang tidak sesuai dengan prinsip dharma,mungkin saja yang melakukan yadnya ikut terkena dampak dari pembodohan ini.sadarilah kalau memang sudah rejeki tidak akan lari kemana,tetap fokus mempromosikan produknya dengan prinsip dharma tak lupa memohon kepada Tuhan agar pintu rejeki bisa bertambah.
Sesungguhnya kalau umat paham bahwa semua produk banten quality sama cuma quantity yang berbeda maka tipu daya pembodohan seperti ini tidak akan mempan,bayangkan saja kalau memang produk banten pada suatu tempat saja paling baik,bagaimana dengan daerah lain ? Bukankah semua daerah punya ciri masing masing yang selalu di pakai setiap gelaran yadnya yang di sebut Desa Kala Patra dan kehidupan sosial masyarakatnya tidak jauh berbeda,memang bukanlah itu saja tolak ukurnya akan tetapi ini bisa di jadikan sebuah dasar pemikiran yang sehat.

Tak seorangpun berani memberi garansi akan sebuah yadnya berhasil atau tidaknya,dengan memahami ini maka upaya pembodohan umat bisa di cegah,biarkanlah umat memilih sesuai pilihan hatinya jangan di intervensi agar tercipta rasa aman dan nyaman ketika beryadnya yang akan memunculkan rasa lascarya,adalah tidak di benarkan menghalangi umat dalam beryadnya sebaliknya mesti di dukung penuh apapun pilihan hatinya.
Beryadnyalah sesuai ketulusan dan keiklasan (lascarya) jangan terpengaruh upaya pembodohan yang belum tentu juga akan berakibat kebaikan.yadnya sebuah korban suci karena di dasari niat yang tulus dan lascarya tanpa keraguan tanpa ketakutan (sing kene sing keto) tanpa penyesalan,maka niatlah yang utama.


Rahayu
Artikel jauh dari sempurna
Kami menerima kritik dan saran
Maka sampaikan dengan baik kamipun menrima dengan baik

Manfaat tersembunyi tirtayatra bukan hanya selfi atau tamasya belaka

Oleh ; Jmk Gde Garnida
Dalam jaman yang serba digital amatlah mudah mencari tempat tamasya dan tirtayatra.
Apalagi dalam jejaring social tempat tamasya dengan gampang di temukan sangat jauh kemajuan dari jaman dahulu.

Tamasya sangat bermanfaat untuk merefresh kembali pikiran dari kejenuhan atau stres dalam pekerjaan dengan meluangkan waktu bersama keluarga atau para sahabat mencari tempat indah menghilangkat penat,dan setelah selesai maka pikiran akan kembali segar yang berujung pada pikiran yang sehat sehingga menghasilkan tubuh sehat.
Selfi muncul seiring kemajuan teknologi dalam bidang handphone,abadikan momen di mana saja apalagi tempat yang indah adalah lagi tren,tak lupa update di jejaring media sosial.selfi juga telah merambah pada tempat suci yaitu pura bukan tanpa alasan karena pura memberi suasana sejuk dan lokasinya sangat indah seakan memberi peluang gratis buat selfi.
Namun tren selfi pada sebuah pura mengundang pro dan kontra,alangkah baiknya kita sikapi secara bijak,dengan adanya tren selfi tanpa di sadari telah menjadi promosi buat sebuah pura yang layak di jadikan tempat tirtayatra dan benar juga orang akan berduyun duyun datang kepura tersebut bukan hanya ingin selfi tapi dapat ngaturang bhakti itu yang utama.Nampaknya apa kata pepatah sambil menyelam minum air benar adanya dalam hal ini.
Tren selfi dan tamasya seakan telah mengingatkan umat Hindu akan pahala tersembunyi dalam tirtayatra ini bisa di simak dengan semakin meningkatnya jumlah umat yang tirtayatra dari pura ke pura,ini merupakan tren positif yang mesti dukung dengan pemahaman yang lebih dalam, shingga tujuan utama tirtaytra menjadi tidak terpinggirkan dari sini.

Sarasamuccaya banyak membahas tentang tirtayatra bahkan di sebutkan orang yang tidak pernah melakukan tirtayatra adalah orang yang miskin ini bisa di maknai walau sudah mumpuni dalam ekonomi tapi jika belum melakukan tirtayatra di sebut miskin,maka dengan melakukan tirtayatra ekonomi yang sudah mumpuni akan bisa ditingkatkan lagi.
Oleh karenanya semua umat Hindu sepatutnya melakukan tirtayatra di manapun pada pura yang mereka sukai.

Menurut sarasamuccaya tirtayatra dapat di lakukan oleh siapa saja oleh orang miskin sekalipun bisa melakukan dalam mengunjungi tempat suci dengan pahala yang banyak.maka janganlah ragu dalam melakukan tirtayatra yang di benarkan dalam sloka sarasamuccaya walaupun di iringi dengan selfi dan tamasya hanya sebagai pemanis belaka,tujuan utama hanyalah tirtayatra,sikapi dengan bijak jika ada komentar pro dan kontra tetaplah tekun dalam mejalankan swadharma.

Rahayu

Tuesday, February 25, 2020

Agama menuntun umatnya hidup damai,bahagia dan sejahtera bukan kejahatan

Agama menuntun umatnya hidup damai,bahagia dan sejahtera bukan kejahatan
Oleh ; Jmk Gde Nym Garnida
Agama ada untuk menuntun umatnya mendapatkan hidup bahagia,damai dan sejahtera.
Semua agama mengajarkan kebaikan namun kadang umatnya salah dalam memahami isi ajarannya shingga seolah olah ajaran yang salah.
Kalau di cermati lebih dalam bukanlah ajaran yg salah tetapi umatnya yg keliru dalam memahami dan mengamalkan ajaran agamanya.jika sudah demikian maka akan muncul persepsi yang berbeda dalam masyarakat ada yg pro dan kontra maka ruang konflik tak terelakan lagi.

Dalam hal ini apa yg harus di lakukan ?
Kembalilah pada maksud dan tujuan beragama yg bermaksud memberi pesan dan tuntunan pada umatnya untuk hidup bahagia dan sejahtera.kembali pada keyakinan masing masing dan jangan pernah saling menyalahkan antar sesama pemeluk agama karena memperdebatkan agama tidak akan pernah berakhir.

Jadikanlah agama sebagai solusi dalam menghadapi penderitaan hidup karena kebanyakan para ahli mengatakan orang yg mempunyai kecerdasan spiritual memungkinkan lebih sukses dari hanya sekedar IQ saja.sering di jumpai orang yg berpendidikan tinggi justru kalah sukses dengan orang yg berpendidikan rendah,ini karena hanya kecerdasan IQ saja di andalkan sedangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di abaikan

Maka amatlah penting kecerdasan spiritual itu oleh karenanya jadikanlah agama sebagai solusi dalam menghadapi permasalahan hidup yang begitu komplek.

Agama ada bukan hanya sekedar di teorikan tapi ajarannya harus di praktekan itulah keunggulan belajar agama tidak perlu menunggu waktu lama agar bisa berpraktek.

Tanpa praktek/mengamalkan ajaran agama ibarat sebuah 'racun' karena tidak akan pernah menikmati hasil dari ajaran agama.
Sebuah contoh : "sebuah resep membuat nasi goreng tidak akan pernah mempunyai nasi goreng jika hanya di teorikan saja" begitu juga dengan agama  maka untuk memiliki dan menikmati hidup bahagia dan sejahtera maka wajiblah mempraktekan atau mengamalkan ajaran agamanya secara menyeluruh.

Banyak orang sukses lupa mempratekan ajaran agama secara menyeluruh mereka terlena akan nikmatnya kesuksesan dan  ketika mulai merasakan kebangkrutan bahkan ada sampai bangkrut beneran barulah mereka mulai mencari solusi dalam menghadapi permasalahan hidupnya

Dalam hal ini agamalah yang mereka jadikan solusi dalam merintis untuk meraih kesuksesan kembali.banyak sekali yang sudah berhasil keluar dari keterpurukan/kebangkrutan dengan mengamalkan ajaran agama secara menyeluruh namun namanya manusia masih ada juga yang lupa ketika kesuksesan kedua mereka raih.bukan menjadikan sebuah pengalaman tapi mereka lupa ketika bergelimang harta dan kesuksesan.

Mengamalkan ajaran agama harus penuh keyakinan bukan hanya sekedar kepercayaan belaka.dijaman kekinian orang hanya percaya saja namun keyakinan mereka kurang ini amat ironis karena beragama hal mendasar adalah keyakinan inilah menjadi pengikat dalam menganut agama dan mengamalkan ajarannya secara penuh dan menjadi penentu sukses tidaknya dalam mengamalkan ajarannya.

Di lain pihak ada lagi hanya sekedar menjalankan ajaran agama sebenarnya mereka tidak tahu apa makna dan tujuan mengamalkan ajarannya mereka ini hanya ikut ikutan saja maka hasil yang mereka peroleh tidak akan maksimal parahnya lagi mereka berdalih sudah melakukan semua upaya secara maksimal.

Maka dari itulah ajaran agama adalah pesan dari tuhan sang pencipta alam semesta beserta isinya wajib di praktekan oleh semua penganutnya secara menyeluruh dengan keyakinan dan kepercayaan penuh agar bisa menjadi solusi dalam menghadapi semua permasalahan hidup.




Om shanti shanti shanti om
Semoga bermanfaat

Friday, February 21, 2020

' IRI HATI ' sebuah penyakit masyarakat yang tak kunjung sembuh

' IRI HATI ' sebuah penyakit masyarakat yang tak kunjung sembuh.

Oleh ; Jmk Gde Garnida
Iri hati kata ini sering terdengar di mana mana bahkan dari dahulu kala sampai di jaman modern masih juga terdengar.
Ibarat sebuah penyakit yang tak kunjung sembuh atau tak ada obat penawarnya juga bagaikan sebuah virus menjalar ke mana mana tanpa kontrol dan kendali.seakan leluasa menjangkiti hampir semua usia ,hampir semua lapisan masyarakat bahkan merambah sampai pada perusahaan besar, sekalipun banyak orang menghujat,memaki namun tak kunjung usai.

Apa sesungguhnya iri hati ? Memang kalau di buat bentuk agak susah,namun iri hati merupakan sebuah perasaan yang hanya bisa di rasakan,orang yang punya perasaan iri hati cenderung akan membenci,menfitnah bahkan sampai memusuhi dan apapun yang di lakukan oleh orang yang di bencinya sekalipun itu sebuah kebaikan akan selalu di nilai negatif,seakan tiada tempat berguna atau yang baik bagi yang terkena iri hati.

Namun janganlah membalas orang yang punya perasaan iri hati,biarkan mereka berlaku seperti itu toh juga karma mereka yang dapat,tetapi menyadarkan mereka alangkah baiknya walaupun di jaman kekinian di anggap mengajari 'bebek berenang' tidak ada salahnya hanya sekedar mengingatkan akan dampak dari iri hati baik dari sudut pandang agama dan kesehatan.

Dalam ajaran agama manapun tidak pernah menganjurkan umatnya berlaku iri hati,selama sembilan tahun (sd-smu) belajar agama masih ada beberapa yang punya perasaan iri hati,mungkin di pengaruhi lingkungan dsb,dalam ajaran Hindu dimana umatnya di harapkan seperti intan (permata) yang dimanapun di tempatkan sekalipun di tempat kotor tetap akan menyala,artinya tidak akan terpengaruh lingkungan baik jahat maupun baik.

Di Bali masih di temukan iri hati sesama semeton Bali sungguh ironis,padahal orang Bali sangat terbuka sama kaum pendatang,toleransi sangat tinggi sama non Bali justru sesama orang Bali nampak mulai memudar,bukankah konsep 'suka duka' yang di buat sama tetua adalah bertujuan untuk menyatukan pesemetonan dalam suka maupun duka,briak briuk,dengan konsep  berbagi yang populer di sebut 'druwenang  sareng' (milikilah kelebihan dan kekuranganya) sebuah konsep yang di ilhami oleh 'tat twam asi' (itu adalah aku) ini sebuah konsep genius local yang sarat nilai kebenaran dan kebersamaan,saling asah dan saling asuh (sayang menyayangi) maka dengan benar-benar memahami dan mengamalkan konsep ini astungkare perasaan iri hati dapat di cegah setahap demi setahap,susah memang tapi namanya usaha harus di lakukan dengan kesabaran dan ketekunan.

Menurut sloka sarasamuccaya orang irihati itu disebutkan sebagai orang yang sengsara.
Dan iri hati di katakan sebagai  orang yang tidak suka melihat harta kekayaan orang, tidak suka melihat kerupawanan orang, tidak suka melihat status sosial orang, tidak suka melihat kesenangan orang, dan tidak suka melihat keberuntungan orang,dan akibatnya bagi orang yang senatiasa diliputi kedengkian dan irihati, hidupnya akan selalu dilekati oleh duka nestapa.

Dalam agama Hindu juga mengenal adanya sad ripu yaitu enam musuh yang ada dalam diri sendiri,bagian keenam sad ripu di sebut Matsarya berarti dengki atau iri hati. Hal ini akan menyiksa diri sendiri dan dapat merugikan orang lain. Orang yang matsarya (dengki atau iri hati) merasa hidupnya susah, miskin, bernasib sial, padahal sebenarnya kehidupannya bisa sebaliknya,sehingga akan menyiksa batinnya sendiri. Selain itu bila iri terhadap kepunyaan orang lain maka akan menimbulkan rasa ingin memusuhi, berniat jahat, melawan dan bahkan ingin bertengkar.

Maka sadarilah orang yang punya perasaan iri hati tidak akan pernah maju hidupnya,selalu dalam keadaan sengsara oleh perasaannya sendiri yang di akibatkan oleh pikiran dimana dalam tahap ini orang tersebut dikategorikan gagal dalam mengendalikan pikiran.





Rahayu
Artikel ini jauh dari sempurna
Mari berbagi saling melengkapi
Saran dan kritik sampaikan dengan baik kamipun menerima dengan baik