Monday, February 5, 2024

Makna Upacara Tiga Bulanan



Makna Upacara Tiga Bulanan

Umat Hindu di Bali percaya sejak lahir manusia telah membawa hutang (rna). Rna tersebut dibayarkan dengan melaksanakan Panca Yadnya.
Yadnya adalah korban suci atau persembahan yang tulus ikhlas, terdiri dari Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, dan Manusa Yadnya. Salah satu Yadnya yang dilaksanakan dari saat baru terbentuknya benih manusia di dalam kandungan hingga akhirnya dewasa, yaitu Manusa Yadnya.

3 bulanan merupakan salah dua dari pelaksanaan Manusa Yadnya. 
Upacara Nelu Bulanin merupakan upacara yang dilaksanakan ketika bayi telah berusia tiga bulan dalam penanggalan kalender Bali, yaitu pada 105 hari setelah kelahiran. Saat menginjak usia tersebut, panca indra bayi sudah aktif.

Aktifnya panca indra tersebut ke depannya bisa menimbulkan dampak positif dan negatif pada kesucian atman yang menjiwainya. Sehingga, pelaksanaan Nelu Bulanin ini memiliki beberapa makna dan tujuan tersendiri.

Makna Upacara Nelu Bulanin memiliki makna sebagai penyambutan dari kehadiran Sang Hyang Atma di dunia. Nelu Bulanin bermakna juga sebagai penyambutan kemunculan unsur Panca Maha Butha dari segala penjuru yang memperkuat fisik serta kejiwaan bayi diikuti dengan pelepasan pengaruh-pengaruh negatif yang dibawa oleh Sang Catur Sanak.

Tujuan dari pelaksanaan Nelu Bulanin yaitu membersihkan atau penyucian bayi. Dari kelahirannya, dipercaya bayi masih dalam keadaan kotor (cuntaka).
Sehingga, perlu melaksanakan upacara NeluBulanin untuk penyucian karena Panca Indra bayi yang sudah aktif itu berpengaruh pada kesucian atma yang menjiwai si bayi.

Sarana yang diperlukan dalam upacara Nelu Bulanin terdiri dari banten bayuhan, pebyakaonan, durmanggala, prayascita, banten penyambutan, peras soda, pejati, jejanganan, banten kumara, tataban, dan banten tebasan pangambyean. Sarana lain yaitu pusuh (jantung pisang), papah (pelepah kelapa), batu bulitan, telor, reregek (anyaman daun kelapa menyerupai manusia), lelontek. 

Prosesi
Pelaksanaan Nelu Bulanin terdiri dari beberapa rangkaian, urutan dari pelaksanaan Nelu Bulanin secara umum adalah sebagai berikut:
Pemimpin upacara menghaturkan upakara kepada Nyama bajang dan kandapat yang merupakan penjaga bayi sejak dalam kandungan sampai kelahiran "diundang" untuk dihaturkan sesajen sebagai ucapan terima kasih. Tattwa yang sebenarnya sebagai wujud syukur terhadap Sang Hyang Widhi. Si bayi kemudian melakukan natab banten bajang colong, dari kanda pat (kakak si bayi). Kemudian si bayi beserta orang tua dan anggota keluarganya, mengitari banten di atas lesung dengan membawa sarana pusuh, telor, batu, papah, reregek dan sarana lainnya sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran (anugerah) si bayi. Kemudian si bayi menginjak tanah pertama kali, dilanjutkan mandi di paso, magogoan, setelah berganti pakaian bersama kedua orang tuanya si bayi natab banten beakawon, durmanggala, prayascita, kemudian bayi natab sambutan. Proses selanjutnya natab di bale dangin dilanjutkan dengan mejaya jaya.

Monday, April 4, 2022

EKSITENSI TRADISI NYAKAN DIWANG


Eksitensi tradisi Nyakan Diwang (perspektif teologi Hindu)
Desa Gesing berlokasi di sebelah utara Gunung Batukaru, yang menyebabkan desa ini berhawa sejuk. Disebelah timur berbatasan dengan desa munduk, disebelah barat berbatasan dengan desa umejero dan disebelah utaranya berbatasan dengan desa kayuputih. Desa Gesing masuk wilayah kecamatan Banjar kabupaten Buleleng, dengan 4 banjar dinas. Mata pencaharian penduduk sebagian besar petani, namun ada juga Pns, pedagang, pegawai swasta, dan wirausahawan.
Tradisi nyakan diwang di laksanakan pada hari gembak gni (ngembak api) di mulai pada pukul 00.00 wita setelah melakukan catur brata penyepian atau sipeng (nyepi). Perlu di ketahui tradisi nyaluk nyepi (memulai sipeng) di mulai pukul 00.00 saat pengerupukan dan ngembak gni di mulai esoknya pukul 00.00 wita, prosesi nyepi (sipeng) tetap hitungan 24 jam, ini berbeda dengan daerah lainya di bali yang memulai nyepi pukul 06.00 pagi. Tradisi ini banyak di lakukan di daerah banjar atas, seperti Gobleg, Munduk, Banyuatis, Kayuputih, Umejero, Gesing, Banjar dsb. Tradisi ini awal mulainya tidak bisa ditentukan secara pasti, sebagian besar masyarakat menerima tradisi ini secara turun temurun dan di perkirakan sudah berlangsung ratusan tahun.
Eksitensi tradisi nyakan diwang diera moderen ini masih berlangsung walaupun tradisi yang lain mulai masuk, tidak bisa menghilangkan tradisi ini. 

Tradisi yang saat ini mulai masuk yaitu tradisi ogoh-ogoh. Tradisi ogoh-ogoh pada hari pengerupukan bukanlah tradisi asli desa Gesing namun eksitensinya mulai masuk dan bisa diterima oleh masyarakat setempat. Tentu tradisi ogoh-ogoh diharapkan tidak menghilangkan tradisi yang sudah ada. 

Prosesi nyakan diwang bukan semata hanya menanak nasi, melainkan semua proses yang ada di dapur pada umumnya dilakukan di pinggir jalan. Setelah selesai memasak nasi dan lauk pauknya di lanjutkan dengan makan bersama-sama, sehingga jalanan pada malam hari berubah bak pasar sengol, yang mana semua warga pada keluar dan saling mengunjungi sesama warga, menambah suasana desa menjadi ramai. 

Makna teologi nyakan diwang, bahwa kita semua adalah bersaudara (vasudeva kutumbhakam) karena tercipta dan berasal dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa oleh karena itu tanpa memandang status sosial duduk bersama saling memberi dan mengasihi. Tradisi nyakan diwang termasuk di dalam ajaran Catur marga yoga yakni bagian dari karma yoga. Sedangkan Catur Marga Yoga dalam tri kerangka agama Hindu termasuk kedalam ajaran Tattwa.
Memaknai tradisi nyakan diwang jangan terhenti pada hari ngembak gni (ngembak api) akan tetapi maknanya seharusnya berkesinambungan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan fungsi nyakan diwang adalah merayakan hari gembak gni secara bersama-sama untuk meningkatkan sradha dan bhakti. Manfaat nyakan diwang adalah meningkatnya rasa persatuan dan persaudaraan antar warga.
#rahayu
#kirang langkung ampura

Sunday, August 1, 2021

Karma di tanggung sendiri bukan orang lain


Karma dalam bahasa sanskerta yang di maknai sebagai perbuatan, phala dalam bahasa sanskerta yang di maknai sebagai hasil, jadi karma phala adalah hasil dari perbuatan.

Karma phala sangatlah tegas, karena tidak memandang saudara, teman ataupun anak sekalipun, karma phala tak pernah berhenti selalu monitor sepanjang nafas masih ada.
Karma phala adalah sang pengadil sejati tak bisa di suap, ditunda, dibelokan dan hasilnya adalah pasti tidak perlu diragukan lagi.

Semua orang tahu dan paham dengan karma namun anehnya banyak yang masih melakukan perbuatan buruk, jahat dsb padahal mereka tahu pasti hasilnya buruk.

Dalam hal seperti ini orang itu masih belum bisa mengendalikan perbuatannya, di karenakan di kuasai oleh sifat rajas dan tamas,.. perlu edukasi mendalam agar mampu mengendalikan dan dikuasai oleh sifat satwam.

Sifat satwam inilah yang mampu memberikan hasil yang baik, keberadaanya sangat perlu dikembangkan agar semua orang bisa terhindar dari selimut kegelapan sifat rajas dan tamas.

Cara sederhana yakni dengan memahami karma itu di tanggung oleh diri sendiri bukan orang lain, berbuatlah yang baik untuk hasil diri sendiri bukan untuk orang lain. Sadarilah setiap pikiran, perkataan dan perbuatan semua ada hasilnya yang akan dinikmati pada saat ini atau saat kehidupan yang akan datang, minimalisir semua kesalahan mulai dari pikiran yang akan memunculkan perkataan dan perbuatan baik.

Rahayu
Jmk Garnida

Tuesday, December 22, 2020

Hindu memuliakan orang tua sejak dahulu kala


Agama Hindu sdh sejak dahulu punya konsep dlm memuliakan orang tua baik ibu maupun bapak, konsep ini teraplikasi jelas di bedakan menjadi dua yaitu bhuwana agung dan bhuwana alit.Karena Hindu punya keyakinan bhuwana agung dan bhuwana alit unsurnya adalah sama.
Konsep ajaran ini dalam bhuwana agung teraplikasi menjadi Akasa dan Pertiwi.
Akasa di sebutkan sebagai Bapa,sedangkan pertiwi disebutkan sebagai Meme (Bapa di akasa,Meme di pertiwi).Pertemuan antara Bapa dan Pertiwi di simbulkan menjadi Lingga Yoni.Penyatuan antara lingga yoni akan menghasilkan sebuah kehidupan baru.Tata cara memuliakannya menggunakan konsep Tri Hita Karana,Untuk itu memuliakannya dan merawatnya akan membawa kearah kesejahteraan.

Konsep ajaran dalam bhuwana alit teraplikasi menjadi orang tua yaitu ayah dan ibu kandung,yang dlm beberapa sastra di sebutkan sebagai perwujudan tuhan itu sendiri,keberadaannya wajib di hormati yg disebut sebagai Guru Rupaka.tata cara menghormati bisa berlandaskan Tri Parartha.

Untuk itu tiap umat Hindu agar memiliki wawasan yang luas dan dalam, seyogyanya juga menghormati empat ibu yang lainnya. Ibu yang pertama adalah ibu yang melahirkan yang disebut Deha Mata. Mata berasal dari bahasa Sansekerta artinya ibu sama dengan mother dalam bahasa Inggris.
Ibu yang lainnya adalah Dewa Mata, Weda Mata, Bumi Mata dan Desa Mata. Dewa Mata artinya Tuhan sebagai ibu. Weda Mata artinya kitab suci Weda itu sebagai ibu karena dari Weda lahirlah berbagai ilmu pengetahuan. Bumi Mata adalah bumi ini yang melahirkan berbagai hal sebagai sarana kehidupannya. Ibu yang kelima adalah Desa Mata artinya tradisi kehidupan di Desa tanah tumpah darah kelahiran wajib dihormati (wiana).

Dalam manawa dharma sastra di sebutkan, manusia yg lahir ke dunia mempunyai tiga macam hutang yg di sebut Tri Rna yakni : Dewa Rna,Pitra Rna,Rsi Rna.Salah satu Rna yakni Pitra Rna adalah hutang kepada orang tua dan leluhur yg telah menjaga dan membesarkan anaknya ketika berada di dunia ini.Adalah sebuah kewajiban bagi anaknya merawat orang tua tanpa pamrih untuk melunasi hutang budi tsb.

Sarasamuscaya menyebutkan beberapa pahala dlm berbakti dengan tulus dan sungguh-sungguh pada orang tua yaitu :  1) pujian; 2) hidup bahagia dan panjang umur; 3) teman yang setia dan kekuasaan; 4) jasa dan pertolongan.
Itulah alasan Hindu wajib memuliakan orang tua bukan hanya ibu saja
#Rahayu
#Jmk Garnida

Thursday, July 23, 2020

Burung menggunakan mulut untuk menghibur bagaimana dengan manusia ?

Setiap mahluk hidup dikaruniai kemampuan untuk bukan hanya sekedar hidup, namun juga untuk bisa menikmati hidup mereka. Burung ini dengan tekun menganyam satu persatu rumput menjadi sarang untuk menjadi rumahnya. Proses pembuatan sarang ini membuat kita yakin bahwa burung, sama seperti makluk lain, adalah mahluk yang cerdas.

Burung juga menggunakan mulutnya untuk bersiul (bersuara) sehingga orang yang mendengar menjadi terhibur,alangkah bergunanya mulut burung sehingga banyak bermanfaat buat burung itu sendiri maupun manusia.

Meniru tata cara burung menggunakan mulutnya agar bermanfaat sehingga di senangi orang lain dan mampu menghibur adalah cara yang bisa di jadikan pedoman dalam kehidupan sehari hari yang terkadang manusia ceroboh dalam bertutur kata sehingga membuat orang lain tersinggung dan memicu sebuah permusuhan.

Bijaklah dalam bertutur kata agar kita di senangi di mana mana,gunakan kata kata manis agar enak di dengar walaupun dalam manisnya tutur kata ada sedikit asin dan pedas.ibarat meminum kopi di campur gula yang banyak dan di campuri sedikit tuak/arak maka yang di rasa kopilah yang dominan tetapi yang meminum tidak tahu kalau itu bisa memabukkan yang mereka rasakan kopi manis,begitulah sekiranya meramu tutur kata agar enak didengar dan bisa mempengaruhi pendengar.

Nah begitu juga dengan burung alunan merdu suaranya mampu menenangkan hati dan suasana sekitar walaupun itu hanya sebuah suara yang belum tentu paham akan sebuah masalah dan sebuah kebenaran akan tetapi begitulah suara yang halus,manis,lembut dan merdu akan mampu menenangkan hati.

Rahayu
Jmk Adi

Monday, July 13, 2020

Trisandya 5 menit tidak sempat,bermain Hp berjam jam bisa,sebuah perilaku aneh

Waktu adalah Raja karena oleh waktu bisa mempertemukan dan juga bisa memisahkan walau sesaat atau selamanya.Setiap orang seolah olah selalu di kejar waktu entah siang dan malam mereka menyelesaikan tugas dan kewajiban secepatnya dan setepatnya.

Waktu berjalan terus dan tak kenal lelah dan tanpa ada yang mengendalikan entah siapa sang pengendali kita juga susah menemukannya tapi nyata ada sang waktu.

Ketika akan memulai suatu pekerjaan pastilah umat manusia akan mencari waktu yang baik agar apa yang di lakukan berjalan sesuai harapan ada yang mampu memanfaatkan dengan efisien dan efektif namun ada juga yang tak mampu memanfaatkan waktunya sehingga berlalu sia sia saja.

Melakukan kegiatan pada hari ini dan menikmati semua kegiatan yang di lakukan akan akan mampu mengefisienkan dan mengefektifkan waktu.

Ada yang aneh ketika seseorang mengatakan waktunya habis untuk kegiatan dalam satu hari bahkan waktu untuk sembahyang juga tidak sempat,cobalah kita lihat kembali dalam satu hari ada waktu 24 jam,untuk tidur kurang lebih menghabiskan waktu 8 - 10 jam/hari sehingga dalam satu hari akan ada waktu maksimal 14 jam,dari 14 jam ini waktu untuk sembahyang ( trisandya ) hanya menghabiskan kurang lebih selama 15 menit,inilah yang sering di keluhkan tidak ada waktu buat sembahyang padahal hanya beberapa menit saja akan tetapi kalau bermain Hp bisa menghabiskan waktu berjam jam akan terasa nikmat,tetapi sembahyang 15 menit akan terasa membebani waktu, inilah perilaku aneh kekinian.

Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin agar tidak menyesal kemudian,karena waktu ada di tangan anda tergantung bagaimana anda bisa memanfaatkan agar terasa indah pada waktunya karena waktu akan berjalan terus dan dalam perjalanannya andalah sang kusir  yang mengendalikan dan memanfaatkan waktu agar waktu anda terasa bermanfaat sehingga hidup terasa nikmat...!!

#Waktu adalah raja#
Rahayu
Jmk Adi

Sunday, July 12, 2020

Berguru Dengan Perantara Arca Sang Guru

Prinsip dalam berguru pada jalur kerohanian yang tidak bisa diabaikan yakni prinsip aguron guron dan masih tetap berlangsung sampai sekarang.

     Dalam itihasa seorang Bambang Eka Lawya sebagai sisya yang tidak belajar secara langsung berguru dihadapan Reshi Drona, artinya ada jalan lain yakni jalan jnanayoga yang memiliki kualitas yang sama, sebagai prinsip aguron guron yang tak langsung ( dengan arca guru ) yang bisa selalu terhubung dengan bathin sang guru.

     Walaupun sistem yang digunakan hanyalah sebuah arca yang mewakili keberadaan guru  namun karena disiplin yang kuat  dan jnanayoga, proses aguron guron memiliki kesempurnaan yang sama dengan sisya lainnya, bahkan melebihi kemampuan para sisya yang lain.Dia sangat yakin memperoleh berkah energi sang guru  walau hanya dengan perantara arca saja.

   Pura Kahyangan Dharma Smerti adalah salah satu contoh pura yang peruntukannya bisa digunakan dalam tatanan aguron guron pada jalur kerohanian melalui arca sang guru yakni dengan di stanakannya arca Ida Betara Sinuhun sang pelopor Pura Punduk Dawa.

     Dengan berpedoman pada itihasa Bangbang Ekalawya Pura Kahyangan Dharma Smerti yang berlokasi di Punduk Dawa bisa difungsikan dalam rangka aguron guron bagi para sisya yang ingin memperdalam pendakian dalam jalur kerohanian,tentunya disiplin,keyakinan dan keteguhan akan menjadi pondasi dalam proses aguron guron.

Jmk Adi

Monday, June 29, 2020

Bahagia itu sederhana namun tak semua orang bisa memaknai

     Bahagia adalah dambaan setiap orang,apa sebenarnya bahagia itu ? Kata bahagia secara etimologi berarti rasa senang,wajarlah semua orang ingin hidupnya bahagia.
     Kebahagian itu adalah sederhana tapi sayang tidak semua orang bisa memaknai kesederhanaan ini yang kemudian akan menjadi rasa bahagia.

     Oleh karena bahagia adalah rasa amatlah sukar mengendalikan rasa agar terasa senang yang kemudian disebut bahagia apalagi ketika tertimpa sebuah masalah yang menyedihkan.

     Dalam ajaran Hindu bersyukur adalah salah satu cara untuk mengendalikan keinginan,karena keinginan itu sendiri jika tidak di kendalikan akan memuculkan rasa yang tidak senang yang semakin menjauhkan dari bahagia,keinginan dalam Hindu dikelompokan menjadi Sad Ripu yakni enam sifat dalam diri manusia yang mesti di kendalikan.Untuk meredam gejolak sifat ini amatlah sukar di lakukan,sehingga belajar bersyukur adalah cara yang bisa di actualisasikan dalam rangka mengendalikan keenam sifat yang melekat ini.Keenam sifat ini muncul dari indria indria.

    Orang yang mampu bersyukur adalah orang yang sudah mampu mengendalikan keenam sifat ini dan orang ini akan mempunyai rasa bahagia karena dia terbebas dari segala keinginan yang muncul dari indria.

    Bahagia itu sederhana ada benarnya karena dengan mempunyai kemampuan bersyukur maka bahagia akan bisa di raih.Bukanlah Harta dan kekayaan yang melimpah menjamin hidup bahagia kalau belum mampu mensyukuri semuanya,sebaliknya hidup dalam kesederhanaan tapi mampu mensyukuri keadaan maka akan muncul rasa senang itulah bahagia.Belajar bersyukurlah yang susah namun harus tetap sabar dan tabah...!!!!
Rahayu
Jmk Adi

Sunday, June 28, 2020

Pawetonan Napak Sithi kukuhkan kehidupan di duniawi

     Kata pawetonan berasal dari bahasa jawa kuno yakni wetu yang bermakna lahir,jadi upacara pawetonan adalah sebuah upacara peringatan hari lahir yang berdasarkan perhitungan wuku,sapta wara dan panca wara.Ini di peringati setiap 210hari.
    Prosesi natab

    Pawetonan napak sithi adalah upacara oton bagi bayi yang berusia 210hari,pada hari ini bayi untuk pertama kali kakinya diinjakan ke tanah.Muncul suatu pertanyaan kenapa umur 210hari kakinya diinjakan tanah ? Ada dua cara pandang untuk menjawab pertanyaan ini.

     Cara  pandang yang pertama adalah pada umur 210hari kekebalan tubuh sibayi sudah di anggap cukup untuk bersentuhan dengan tanah (pertiwi) sehingga mulai hari ini diijinkan bersentuhan dengan tanah.
    Prosesi ngangkid.

     Cara pandang yang kedua yakni dalam filsafat samkya angka 210 bermakna 2+1+0= 3 yang mana angka ini dalam Hindu sangat bermakna yaitu angka tiga bisa berarti sudah mulai aktifnya tri pramana sibayi (bayu,sabda,idep).angka tiga juga bermakna tiga aksara suci dalam Hindu yaitu Ang,Ung,Mang yang kemudian menyatu menjadi AUM dan kemudian menjadi OM,dan OM itu merupakan simbol Aksara Ida Sang Hyang Widhi,cara pandang ini bermakna pada hari ini sibayi dikukuhkan kehidupannya di duniawi di tandai dengan mulainya menginjak tanah (pertiwi).

     Dalam lontar aji terus tunjung di sebutkan agar kuat dan panjang umur di dunia maka upacara yang di anjurkan adalah pawetonan,sehingga pawetonan sebaiknya di lakukan oleh setiap umat Hindu.

Rahayu
Jmk Adi

Saturday, March 21, 2020

Dari rakyat,oleh rakyat,untuk rakyat,desinfektan satu halaman rumah hambat wabah

Dahulu leluhur berperang melwan pnjajah Belanda yg di dukung peralatan sdh modern dan para leluhur hanya bermodalkan bambu runcing
Namun mereka bersatu seia sekata
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Begitulah semboyannya dn akhirnya mereka menang...

Sekarang berperang melwan korona sebaiknya kita bersatu walau serba terbatas Jgnlah serta merta menyalahkan pemerintah
Jgn menunggu di layani,sadari jumlah meraka terbatas di banding jumlah rakyat....
rakyat sebaiknya proaktif membantu pemerintah...
Ingat.....!!!!!!
Dari rakyat,
Oleh rakyat
Untuk rakyat

Gerakan kesadaran dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat di mulai dari tiap rumah tangga membuat desinfektan dn menyemprotkan pd halaman rumah masing2 maka akan ada gerakan jutaan desinfektan yg di lakukan di negeri ini,gerakan ini akan mampu menghambat penyebaran wabah
Dgn bersatunya rakyat kita "BISA"...💪💪💪
Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh

#wabah pasti berlalu
#Waktu adlah raja

Thursday, March 19, 2020

Cakepan leluhur sebagai usaha alternatif penangkal wabah penyakit


Wabah penyakit ternyata sdh pernah melanda bumi pertiwi ini bisa di lihat dari beberapa lontar cakepan leluhur yg msh di warisi sampai sekarang.

Dengan majunya jaman dan di dukung peralatan yg canggih dlm dunia medis tdklah menjamin wabah penyakit bisa di cegah.
Mengikuti arahan tim medis sebagai langkah tepat di tengah merebaknya wabah virus.

Di samping menjaga kondisi tubuh tetap fit ada juga usaha secara niskala di antaranya menggunakan warisan leluhur berupa rerajahan yg bisa di pakai jimat,patut di dukung karena yg namanya usaha mesti di jalankan.

Berikut di sampaikan beberapa rerajahan dan ucapan mantranya yg bisa di pakai namun jangan tinggalkan pedoman pada perilaku hidup sehat dan tata cara pencegahan sesuai arahan tim medis.
Rerajahan sebelum di pakai di mohonkan tirta pasupati dan di buatkan sesajen semampunya di merajan kemulan dan di mohonkan anugrah agar terhindar dari segala serangan wabah penyakit.

Tips mantra 
Maha Mantra Mrtyunjaya
di ucapkan sesering mungkin konon Maha Rsi Markendeya pernah terselamatkan oleh mantra ini

"Om tryambakam yajamahe
Sugandim pusti wardanam
Urwaukam iwabandanam
Mrtyor mrtyur muksiya mamrtat"


Rahayu
Semoga wabah cepat berlalu
#Jmk Gde Garnida#

Sumber : cakepan jejimatan

Friday, March 6, 2020

Pemangku adalah pahlawan tanpa tanda jasa


Pemangku dalam agama Hindu belakangan menjadi primadona nampaknya ada daya tarik tersendiri sehingga banyak yang berminat menjadi pemangku adalah sebuah perkembangan  baik buat Agama Hindu kedepannya di mana semakin banyak umat yang ngayah menjadi pemangku maka akan semakin banyak yang menuntun umatnya ke jalan dharma.
Namun perlu di garis bawahi keinginan yang mulia ini mestinya di imbangi dengan meminta pembelajaran dari seorang Guru agar dalam pengabdiannya tidak terjadi ketimpangan dengan ajaran Dharma sehingga menjadi pemangku betul-betul sesuai sesana (kode etik) kepemangkuan.

Kata pemangku berasal dari kata pe,mang dan ku yang berarti pe = pastika,mang = aksara suci,ku = kukuh jadi pemangku bermakna pastika pamikukuh aksara suci,yang di maksud disini beliaulah yang mengajegkan ajaran suci Agama Hindu.

Menjadi pemangku dalam sebuah pura bukanlah  perkara mudah,tanggung jawab yang di emban sangatlah besar bukan saja dalam urusan niskala tapi juga dalam sekala untuk itu di perlukan persiapan mental dan fisik,namun anehnya pemangku yang sudah usianya usur fisiknya masih kuat menjalankan kewajiban entah dari mana memperoleh energi itulah profesi pemangku jika sudah di jalankan dengan benar sepertinya ada perasaan antara percaya dan tidak.

Karena kewajiban ngayah pada umat dan pada tuhannya terkadang keperluan keluarga di nomor duakan begitulah kadang kadang seorang pemangku yang dalam pengabdiannya tak kenal lelah,waktu dan segala kondisi selalu mereka jalani dengan ikhlas
Selain mengabdi pada umat,tanggung jawab pemangku terhadap sebuah pura yang di emongnya sangatlah besar,bagaimana beliau menjaga aset (duwe) pura agar tidak hilang sehingga hampir separuh waktunya di habiskan di pura.
Bisa di bayangkan tugas dan tanggung jawabnya yang begitu besar maka janganlah sepenuhnya membebankan penjagaan aset (duwe) kepada pemangku,sebagai umat Hindu sudah sewajibnya juga menjaga aset (duwe) sebuah pura shingga hal yang tidak di inginkan bisa di hindari.

Jika alasan menjadi pemangku hanyalah karena mendapat sesari tidaklah benar demikian,berapa penghasilan dari sesari ? cobalah tanya..! sebagian besar menjadi pemangku karena petunjuk niskala bahkan kebanyakan menolak sampai mendapat penderitaan yang tiada berakhir,dapatlah disimpulkan menjadi pemangku bukanlah karena sesari tetapi karena ada panggilan dari niskala sehingga mereka melakoni menjadi pemangku, dengan tulus dan ikhlas.

Dengan memahami ini maka janganlah mencibir pemangku,karena mereka murni ngayah yang merupakan panggilan niskala,entah berapa jasanya beliau dengan menyelesaikan banyak upacara mulai yang kecil sampai yang besar,sehingga jasanya hampir mirip dengan jasa seorang Guru di sekolah,bedanya kalau Guru mendapat gaji dan uang pensiun sedangkan pemangku tidak.

Oleh karenanya maka tidaklah berlebihan jika seoarang pemangku di juluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena jasa beliau tidak sebanding dengan materi yang beliau terima.
Marilah hormati seorang pemangku yang ngayah tak kenal lelah,melayani ribuan umat dengan tulus,jika pemerintah belum bisa memberikan perhatian yang bisa mensejahterakan pemangku ,sebagai umat Hindu seyogyanya ikut memberikan perhatian sewajarnya agar beliau fokus dalam memberikan pengabdian pada umatnya.


Rahayu
Kirang langkung ampura

Monday, March 2, 2020

memaksa menjodohkan anak sebuah ambisi,orang tua senang anak tertekan

Oleh : Jmk Gde Garnida

Siapa yg tak kenal cerita siti nurbaya,itu merupakan sebuah contoh buruk akan dampak dari pada sebuah perjodohan yg tak di dasari rasa cinta yg mendalam.seharusnya cerita ini menjadi pengalaman berharga buat para orang tua agar kejadian yg bisa berakibat fatal tdk terjadi pada buah hatinya.

Tak selamanya cerita ini menjadi teladan,di jaman serba modern masih ada orang tua yg memaksa menjodohkan anaknya baik laki maupun perempuan dengan berbagai alasan,sebenarnya tdk apa apa kalau anak memang punya dasar suka sama suka maka akan menjadi berkah buat orang tua,anak senang,ambisi orang tua terpenuhi,namun bagaimana jika anak mempunyai pilihan lain selain pilihan orang tuanya..

Adalah masalah timbul ketika si anak menolak apa kemauan orang tua,maka orang tua yg sudah berambisi dengan pilihan hatinya bukan pilihan anaknya,maka akan melakukan segala upaya agar anak mau menerima apa kemauan orang tuanya,mulai dari menakuti kemudian mengancam si anak agar apa kemauannya berhasil terwujud.si anak yg takut ancaman orang tua akan menuruti perintahnya walaupun bukan pilihan hatinya,dalam hal seperti ini amat riskan karena bahtera rumah tangga bisa gagal di tengah jalan,apalagi si orang tua sdh meninggal maka tak akan ada yg menghalangi kemauan anak.

Bukankah pengalaman adalah guru yg paling berharga ? Kenapa masih saja terjadi ketika menentukan rasa cinta yg seharusnya keluar dari hati,bukankah cinta itu tumbuh dari hati ? Jika ya,maka menuruti kata hati anak adalah pilhan bijak bukan menuruti hati orang tua,karena cinta tumbuh dari hati sang pencinta dengan yg di cinta bukan dari hati orang lain.karena menuruti pilihan orang lain bukanlah cinta sejati.

Dalam Hindu ada di sebut sad atatayi,di mana ada bagian yg di sebut memaksakan kehendak yg dilarang,jika memahami ajaran ini semestinya orang tua berpikir kalau mau menjodohkan anaknya,sadarilah apa yg sedang di usahakannya tdk sesuai dengan ajaran sad atatayi,janganlah karena ambisi semata yg harus terpenuhi shingga anak di korbankan demi suatu tujuan,alangkah berdosanya jika demikian,seperti kata pepatah 'bersenang senang di atas penderitaan orang lain' dlm hal memaksakan anak untuk menerima pilihan orang tuanya yg di untungkan adalah orang tua,sedangkan si anak demi memenuhi ambisi orang tuanya rela tertekan dalam penderitaan.

Sungguh sulit menerima orang yg bukan pilihan hatinya,bisa di bayangkan perasaan si anak,memang semua orang tua menginginkan anaknya hidup bahagia adalah wajar,bukankah jodoh di tangan tuhan,kenapa orang tua yg menentukan,,wujudkan keinginan baik sebagai orang tua dengan jalan yg benar perbanyaklah berbuat baik atau kurangi berdosa adalah upaya baik buat masa depan anak anaknya.hentikan upaya perampasan kebahagian anak biarkan anak berexpresi dan menjatuhkan pilihannya sesuai hati nuraninya karena cinta sejati tumbuh dari hati nurani,bukan atas anjuran atau intervensi orang lain

Terimalah yg menjadi pilihan hatinya dan syukurilah semuanya astungkare akan indah pada waktunya.


Rahayu
Waktu adalah raja

Friday, February 28, 2020

Lika liku hidup bagaikan aliran air sungai

Oleh : Jmk Gde Garnida

Lika liku hidup bagaikan aliran air sungai menuju lautan di harapkan harus mampu melewati alur lika liku aliran air.
bahkan tak jarang terjadi benturan kadang terjun di jurang terjal sekalipun,di banting sana sini,terpental,tertinggal di belakang kemudian sekali berada di depan,berebutan di ruang sempit,itulah lika liku aliran air,namun jika mampu tetep mengikuti alur kemanapun di bawa,maka akan sampai hilir..
Mampu melewati semua tantangan realita hidup baik itu pahit terkadang sangat menyakitkan tk jarang terjadi gesekan,bahkan hampir tk pernah merasakan manisnya kehidupan,yg ada hanya penderitaan,mampu mengikuti perubahan jaman dan mampu beradaptasi dgn lingkungan bukan sebaliknya..!! 
Maka tujuan hidup akan bisa di capai,karena itulah drama dlm hidup...!

Jangan seperti sepotong kayu hanyut di aliran air,,!!!
Kayu spt itu tk mampu melewati lika liku aliran air,sering tersangkut,sering melawan arus,maka pasti akan terlambat sampai hilir,kayu itu amat susah sampai hilir bahkan hampir pasti tidak sampai...!!

Ikutilah aliran air,nikmati suara riuh aliran air maka akan sampai hilir,nikmatilah hidup ini ikuti alur kehidupan ini maka akan indah pada waktunya

Jalani semua realita hidup karena itu bagian dari karma masa lalu,jgn sedih tetap semangat perbanyak bersyukur walau masih belum beruntung...Pada saatnya tiba semua akan di akhiri oleh sang Waktu...

Waktu adalah raja
Di pertemukan oleh waktu
Maka waktu juga yg memisahkan
Sebelum terlambat semasih ada waktu
Maka perbanyak berbuat baik
Kurangi berbuat dosa
Sampai waktu memisahkan

Rahayu
Ampura kirang langkung

Menguak nilai kebenaran Nak mule keto menjadi Nak Saja Keto sebuah upaya cerdas

Oleh : Jmk Gde Garnida
Ungkapan Nak mule keto
Sebuah jawaban dari tetua di Bali ketika tdk mampu menjelaskan sebuah pertanyaan ataukah sedang menyembunyikan sesuatu agar tidak di sentuh atau ingin mempertahankan sesuatu shingga jawaban itu muncul

Sangat beralasan juga tetua yang ingin generasinya melanjutkan sesuatu,namun generasi milenium dengan perkembangan pendidikan yang mumpuni tidak bisa menerima begitu saja jawaban Nak Mule Keto,apalagi dalam bidang agama mereka meyakini pasti ada sebab di balik akibat.

Sebuah contoh Dunia dengan segala isinya pastilah ada yang membuat/menciptakan dan semua agama setuju,jika saja pertanyaan siapa yang menciptakan dunia di jawab Nak Mule Keto maka bisa di bayangkan akan jadi bahan olok olokan.

Nak mule keto bukanlah salah,tapi menyimpan suatu kebenaran yang belum terungkap,apalagi kebenaran itu nampak samar samar atau sama sekali tidak,maka tugas para rohaniawan dan sarjana Hindu untuk menguak kandungan kebenaran dalam ungkapan Nak Mule Keto.

Namun amat di sayangkan ada beberapa oknum warga yang tidak mau kebenaran yang tersimpan di ungkap,muncul suatu pertanyaan apakah kebenaran untuk diketahui kemudian di amalkan atau disembunyikan ?

Kalau hanya untuk di sembunyikan buat apa para tetua mewariskannya,bukankah lebih baik di sembunyikan serapi rapinya agar semua orang sama sekali tidak bisa melacaknya,apalagi mewariskannya.
Bukankah agama mengajarkan suatu kebenaran ? Jika ya,maka kebenaran yang tersembunyi wajib di gali kemudian di sebarkan agar umat paham akan nilai yang terkandung shingga generasi milenial tidak lagi mendapat jawaban Nak Mule Keto.

Andai ada jalan terang untuk mengungkap kebenaran nak mule keto,maka lambat laun apa yang tetua wariskan akan dipertahankan oleh generasi milenial,pengungkapan kebenaran bukan untuk merubah yang ada,tetapi untuk mengungkap nilai kebenaran yang tersembunyi kemudian mempertahankannya.apalagi sebuah tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun,maka amat layak untuk di lestarikan walau jaman sudah berkembang.

Oknum yang kurang mau mengungkap nilai kebenaran sebenarnya masih di hantui rasa ketakutan kalau apa yang ingin di pertahankan akan di rubah,ini sebuah pemikiran berlebihan akan sebuah ketakutan,jika saja di maknai positif ataukah perlu penjelasan lebih untuk meyakinkan bahwa semua itu digaransi tidak akan di rubah kemungkinan jalan terang menuju pengungkapan nilai kebenaran terbuka lebar.

Apapun alasannya kebenaran wajib di tegakan,untuk menegakkan maka perlu tahu isi kebenaran yang tersembunyi,bagaimana mungkin menegakkan kebenaran apalagi mengamalkan nilainya jika kebenaran itu masih tersembunyi

Mempertahankan yang sudah ada kemudian menyempurnakan kekurangannya adalah amat bijaksana, bukan sebaliknya menghilangkan yang sudah ada dengan menggantinya dengan yang lain,adalah sebuah tindakan gegabah.

Rahayu

ASAL USUL IDA RATU GEDE DALEM PED

Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling


Berikut akan diulas secara singkat kisah Sugra Pakulun “Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling”, yang didapat dari berbagai referensi. Selamat membaca :)

Hiduplah seorang Pangeran yang bertempat tinggal di Gunung Kila, yang bernama Pangeran Jumpungan. Pangeran Jumpungan menjadi seorang Pendeta, sehingga mempunyai gelar Dukuh. Dukuh Jumpungan memiliki keahlian dalam hal membuat perahu, sehingga beliau membuat loloan di Nusa Penida dan di Ceningan. Dukuh Jumpungan mempunyai istri yang bernama Ni Puri. Dari perkawinannya ini melahirkan Pangeran Merja. Pangeran Merja mempunyai istri yang bernama Ni Luna, dari perkawinannya terlahir Pangeran Undur dan seorang putri yang bernama Dyah Ranggini. Pangeran Undur mempunyai istri bernama Ni Lumi, sedangkan sang putri diambil istri menjadi permaisuri oleh Dalem Sawang. Dari perkawinan Pangeran Undur lahirlah Pangeran Renggan. Keturunan Dukuh Jumpungan yang lain adalah Pangeran Jurang yang beristri Ni Jarum bertempat di Bukit Biye, Ni Luh Puri di Goa Lawah, Pangeran Yangga di Padang, Ni Runa di Sakenan dan Pangeran Cenes di Segara.

,
Dari perkawinan Pangeran Renggan dengan Ni Merahim, lahirlah dua orang anak, satu laki-laki, yang satunya adalah perempuan. Yang laki-laki bernama Pangeran I Gede Mecaling dan yang perempuan di beri nama Ni Tole. Ni Tole kemudian menjadi permaisuri Dalem Sawang yang menjadi raja di Nusa Penida. Sedang Pangeran I Gede Mecaling mempunyai seorang istri yang bernama Ratu Ayu Mas Lebur Jagat atau Sang Ayu Mas Meketel atau Sang Ayu Mas Rajeg Bumi. Pangeran I Gede Mecaling menjadi Raja setelah Dalem Sawang wafat, karena berperang dengan Dalem Dukut.

Pangeran I Gede Mecaling sangat senang melakukan tapa brata yoga semadhi di Ped, pengastawaanya (pemujaan) ditujukan kepada Ida Bhatara Ciwa. Karena keataatan beliau melakukan yoga semadhi membuat hati Ida Bhatara Ciwa tersentuh. Siapakah yang melakukan yoga semadhi sedemikian hebatnya di bumi, sehingga Ida Bhatara Ciwa bersedia turun dari Swarga Loka untuk melihat di Bumi siapakah yang melakukan yoga sampai membuat hati beliau tersentuh. Dengan ketekunan tersebut Ida Bhatara Ciwa memberikan anugerah kesaktian berupa Kanda Sanga. 

Kemudian, setelah mendapat panugrahan Kanda Sanga fisik Pangeran I Gede Mecaling menjadi berubah. Badan beliau menjadi besar, wajah beliau menjadi menyeramkan, taringnya menjadi panjang, suaranya menggetarkan seisi jagat raya. Sedemikian hebat dan sangat menyeramkan, maka seketika itu juga jagat raya menjadi guncang. Kegaduhan, ketakutan, kengerian yang disebabkan oleh rupa, bentuk dan suara yang meraung-raung siang dan malam dari Pangeran I Gede Mecaling membuat gempar di marcapada. 

Melihat dan mendengar hal demikian, para Dewa pun ikut menjadi bingung karena tidak ada satu orang pun yang bisa menandingi kesaktian Pangeran I Gede Mecaling. Bahkan sesungguhnya para Dewata tidak ada yang bisa menandingi, tidak ada yang bisa mengalahkan kesaktian Pangeran I Gede Mecaling yang bersumber dari kedua taring beliau yang telah diberi anugrah oleh Ida Bhatara Ciwa. Selain dari taring (caling), Beliau juga memliki kesaktian Catur Sakti. 

Akhirnya turunlah Ida Bhatara Indra untuk berusaha memotong taring Pangeran I Gede Mecaling. Setelah taring Pangeran I Gede Mecaling berhasil dipotong barulah beliau berhenti menggemparkan seisi jagat raya. Setelah itu Pangeran I Gede Mecaling kembali melakukan tapa brata yoga semadhi, pengastawanya di tujukan kepada Ida Bhatara Rudra. Lalu Ida Bhatara Rudra pun berkenan turun ke bumi untuk memberikan panugrahan kepada Pangeran I Gede Mecaling, berupa Panca Taksu, yaitu: 
1. Taksu Balian
2. Taksu Penolak Grubug
3. Taksu Kemeranan
4. Taksu Kesaktian
5. Taksu Penggeger. 

Salah satu Perancangan Ida
Dengan demikian Pangeran I Gede Mecaling memimpin semua Wong Samar dan Babhutan-Babhutan yang ada di bumi. Sebagai berikut Panjak Ida : 
1. Sang Bhuta Asu 
2. Sang Bhuta Narijana 
3. Sang Bhuta Keli 
4. Sang Bhuta Bregala 
5. Sang Bhuta Sungsang 
6. Sang Bhuta Terakas 
7. Sang Bhuta Pelor 
8. Sang Bhuta Landrang 
9. Sang Bhuta Kiram 
10. Sang Bhuta Rangsam 
11. Sang Bhuta Tiyaksa 
12. Sang Bhuta Suwanda 
13. Sang Bhuta Kerandah 
14. Sang Bhuta Wewerung 
15. Sang Bhuta Bebahung
Pura Penataran Ped, Nusa Penida
Sebagai pengabih utama Ida Bethari Durga Dewi, Beliau diberi wewenang oleh Ida Bhatari Durga Dewi untuk mencabut nyawa manusia yang ada di bumi. Pangeran I Gede Mecaling juga di berikan wewenang sebagai penguasa samudra. Karena menguasai samudra sering juga disebut Ida Ratu Gede Samudra. Gelar Pangeran I Gede Mecaling yang diberikan oleh Ibu Durga Dewi yaitu Papak Poleng dan permaisurinya Sang Ayu Mas Rajeg Bumi diberi gelar Papak Selem. Pangeran I Gede Mecaling moksha di Ped dan istrinya moksha di Bias Muntig. Keduanya sekarang sebagai penguasa di bumi Nusa Penida dan mendapat wewenang sebagai penguasa kematian. 

Dan akhirnya beliau bergelar Sugra Pakulun “Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling” atau “Ida Bhatara Ratu Sakti Mas Mecaling”. 

Maka bagi umat Hindu yang ingin umurnya panjang, sehat, selamat dan lain-lain memohonlah kepada Beliau, Sugra Pakulun “Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling”. Semoga Ida senantiasa selalu ngicenin Waranugraha kepada kita semua, dan menjaga Pulau Bali dan Nusa Penida dari segala macam bencana dan mara bahaya. 

Wednesday, February 26, 2020

Beryadnya dengan ketulusan dan keiklasan (lascarya) Sing kene sing keto

Oleh: Jmk Gde Garnida
Yadnya adalah korban suci yang tulus dan iklas,maka setelah melakukan gelaran yadnya tidak boleh ada rasa penyesalan,untuk itu perlu suatu pertimbangan matang dalam melakukan gelaran yadnya agar hasil yang ingin di capai bisa maksimal.
Pada jaman sekarang banten yang di pakai untuk upacara yadnya bisa dengan jalan membeli beda dengan dahulu yang tidak ada tempat membeli karena memang yang menjual tidak ada.
Sekarang perlombaan jualan banten upakara bak jamur musim hujan yang sangat menjanjikan,saking ketatnya persaingan munculah persaingan tidak sehat,bahkan sampai mengorbankan segala cara untuk melegalkan usahanya agar mendapat tempat di hati pembeli.

Mulai dari menjelek jelekan usaha saingan sampai menakuti nakuti yang beryadnya,inilah sebuah pembodohan umat bahkan rohaniawan juga hanyut dalam usaha meyakinkan pembeli.sebuah pembodohan umat mereka lontarkan agar mau membeli produknya,ada sebagian calon pembeli yang kena jerat dan hanyut dalam pembodohan itu.
Yang mengherankan yang ikut kena pembodohan justru mereka yang sudah berpendidikan dalam agama.
Sebuah upaya pembodohan yang di lakukan dengan mengatakan bantennya yang terbaik, parahnya lagi hanya banten dan pemangkunya saja yang bisa menyelesaikan dengan tingkat keberhasilan yadnya maksimal ,tanpa pemangku dan bantennya yang di maksud maka yadnya yang akan di lakukan bisa berakibat fatal atau yadnya di ulang kembali,karena yadnya di anggap tidak berhasil.sungguh suatu pembodohan umat dan menakuti umat agar jualannya laris manis,yang tidak layak di lakukan apalagi menjual sebuah banten untuk keperluan sebuah yadnya suci yang semestinya tidak terkontaminasi niat yang kurang baik (suci).

Dalam usaha mencari nafkah siapa saja boleh namun dalam sarasamuccaya di sebutkan selalu menggunakan prinsip 'catur purusa artha' di mana prinsip dharmalah yang di pegang teguh untuk mencari nafkah (penghasilan) oleh karenanya tipu daya dengan membodohi umat dan menakuti sebuah upaya yang tidak sesuai dengan prinsip dharma,mungkin saja yang melakukan yadnya ikut terkena dampak dari pembodohan ini.sadarilah kalau memang sudah rejeki tidak akan lari kemana,tetap fokus mempromosikan produknya dengan prinsip dharma tak lupa memohon kepada Tuhan agar pintu rejeki bisa bertambah.
Sesungguhnya kalau umat paham bahwa semua produk banten quality sama cuma quantity yang berbeda maka tipu daya pembodohan seperti ini tidak akan mempan,bayangkan saja kalau memang produk banten pada suatu tempat saja paling baik,bagaimana dengan daerah lain ? Bukankah semua daerah punya ciri masing masing yang selalu di pakai setiap gelaran yadnya yang di sebut Desa Kala Patra dan kehidupan sosial masyarakatnya tidak jauh berbeda,memang bukanlah itu saja tolak ukurnya akan tetapi ini bisa di jadikan sebuah dasar pemikiran yang sehat.

Tak seorangpun berani memberi garansi akan sebuah yadnya berhasil atau tidaknya,dengan memahami ini maka upaya pembodohan umat bisa di cegah,biarkanlah umat memilih sesuai pilihan hatinya jangan di intervensi agar tercipta rasa aman dan nyaman ketika beryadnya yang akan memunculkan rasa lascarya,adalah tidak di benarkan menghalangi umat dalam beryadnya sebaliknya mesti di dukung penuh apapun pilihan hatinya.
Beryadnyalah sesuai ketulusan dan keiklasan (lascarya) jangan terpengaruh upaya pembodohan yang belum tentu juga akan berakibat kebaikan.yadnya sebuah korban suci karena di dasari niat yang tulus dan lascarya tanpa keraguan tanpa ketakutan (sing kene sing keto) tanpa penyesalan,maka niatlah yang utama.


Rahayu
Artikel jauh dari sempurna
Kami menerima kritik dan saran
Maka sampaikan dengan baik kamipun menrima dengan baik

Manfaat tersembunyi tirtayatra bukan hanya selfi atau tamasya belaka

Oleh ; Jmk Gde Garnida
Dalam jaman yang serba digital amatlah mudah mencari tempat tamasya dan tirtayatra.
Apalagi dalam jejaring social tempat tamasya dengan gampang di temukan sangat jauh kemajuan dari jaman dahulu.

Tamasya sangat bermanfaat untuk merefresh kembali pikiran dari kejenuhan atau stres dalam pekerjaan dengan meluangkan waktu bersama keluarga atau para sahabat mencari tempat indah menghilangkat penat,dan setelah selesai maka pikiran akan kembali segar yang berujung pada pikiran yang sehat sehingga menghasilkan tubuh sehat.
Selfi muncul seiring kemajuan teknologi dalam bidang handphone,abadikan momen di mana saja apalagi tempat yang indah adalah lagi tren,tak lupa update di jejaring media sosial.selfi juga telah merambah pada tempat suci yaitu pura bukan tanpa alasan karena pura memberi suasana sejuk dan lokasinya sangat indah seakan memberi peluang gratis buat selfi.
Namun tren selfi pada sebuah pura mengundang pro dan kontra,alangkah baiknya kita sikapi secara bijak,dengan adanya tren selfi tanpa di sadari telah menjadi promosi buat sebuah pura yang layak di jadikan tempat tirtayatra dan benar juga orang akan berduyun duyun datang kepura tersebut bukan hanya ingin selfi tapi dapat ngaturang bhakti itu yang utama.Nampaknya apa kata pepatah sambil menyelam minum air benar adanya dalam hal ini.
Tren selfi dan tamasya seakan telah mengingatkan umat Hindu akan pahala tersembunyi dalam tirtayatra ini bisa di simak dengan semakin meningkatnya jumlah umat yang tirtayatra dari pura ke pura,ini merupakan tren positif yang mesti dukung dengan pemahaman yang lebih dalam, shingga tujuan utama tirtaytra menjadi tidak terpinggirkan dari sini.

Sarasamuccaya banyak membahas tentang tirtayatra bahkan di sebutkan orang yang tidak pernah melakukan tirtayatra adalah orang yang miskin ini bisa di maknai walau sudah mumpuni dalam ekonomi tapi jika belum melakukan tirtayatra di sebut miskin,maka dengan melakukan tirtayatra ekonomi yang sudah mumpuni akan bisa ditingkatkan lagi.
Oleh karenanya semua umat Hindu sepatutnya melakukan tirtayatra di manapun pada pura yang mereka sukai.

Menurut sarasamuccaya tirtayatra dapat di lakukan oleh siapa saja oleh orang miskin sekalipun bisa melakukan dalam mengunjungi tempat suci dengan pahala yang banyak.maka janganlah ragu dalam melakukan tirtayatra yang di benarkan dalam sloka sarasamuccaya walaupun di iringi dengan selfi dan tamasya hanya sebagai pemanis belaka,tujuan utama hanyalah tirtayatra,sikapi dengan bijak jika ada komentar pro dan kontra tetaplah tekun dalam mejalankan swadharma.

Rahayu

Tuesday, February 25, 2020

Agama menuntun umatnya hidup damai,bahagia dan sejahtera bukan kejahatan

Agama menuntun umatnya hidup damai,bahagia dan sejahtera bukan kejahatan
Oleh ; Jmk Gde Nym Garnida
Agama ada untuk menuntun umatnya mendapatkan hidup bahagia,damai dan sejahtera.
Semua agama mengajarkan kebaikan namun kadang umatnya salah dalam memahami isi ajarannya shingga seolah olah ajaran yang salah.
Kalau di cermati lebih dalam bukanlah ajaran yg salah tetapi umatnya yg keliru dalam memahami dan mengamalkan ajaran agamanya.jika sudah demikian maka akan muncul persepsi yang berbeda dalam masyarakat ada yg pro dan kontra maka ruang konflik tak terelakan lagi.

Dalam hal ini apa yg harus di lakukan ?
Kembalilah pada maksud dan tujuan beragama yg bermaksud memberi pesan dan tuntunan pada umatnya untuk hidup bahagia dan sejahtera.kembali pada keyakinan masing masing dan jangan pernah saling menyalahkan antar sesama pemeluk agama karena memperdebatkan agama tidak akan pernah berakhir.

Jadikanlah agama sebagai solusi dalam menghadapi penderitaan hidup karena kebanyakan para ahli mengatakan orang yg mempunyai kecerdasan spiritual memungkinkan lebih sukses dari hanya sekedar IQ saja.sering di jumpai orang yg berpendidikan tinggi justru kalah sukses dengan orang yg berpendidikan rendah,ini karena hanya kecerdasan IQ saja di andalkan sedangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di abaikan

Maka amatlah penting kecerdasan spiritual itu oleh karenanya jadikanlah agama sebagai solusi dalam menghadapi permasalahan hidup yang begitu komplek.

Agama ada bukan hanya sekedar di teorikan tapi ajarannya harus di praktekan itulah keunggulan belajar agama tidak perlu menunggu waktu lama agar bisa berpraktek.

Tanpa praktek/mengamalkan ajaran agama ibarat sebuah 'racun' karena tidak akan pernah menikmati hasil dari ajaran agama.
Sebuah contoh : "sebuah resep membuat nasi goreng tidak akan pernah mempunyai nasi goreng jika hanya di teorikan saja" begitu juga dengan agama  maka untuk memiliki dan menikmati hidup bahagia dan sejahtera maka wajiblah mempraktekan atau mengamalkan ajaran agamanya secara menyeluruh.

Banyak orang sukses lupa mempratekan ajaran agama secara menyeluruh mereka terlena akan nikmatnya kesuksesan dan  ketika mulai merasakan kebangkrutan bahkan ada sampai bangkrut beneran barulah mereka mulai mencari solusi dalam menghadapi permasalahan hidupnya

Dalam hal ini agamalah yang mereka jadikan solusi dalam merintis untuk meraih kesuksesan kembali.banyak sekali yang sudah berhasil keluar dari keterpurukan/kebangkrutan dengan mengamalkan ajaran agama secara menyeluruh namun namanya manusia masih ada juga yang lupa ketika kesuksesan kedua mereka raih.bukan menjadikan sebuah pengalaman tapi mereka lupa ketika bergelimang harta dan kesuksesan.

Mengamalkan ajaran agama harus penuh keyakinan bukan hanya sekedar kepercayaan belaka.dijaman kekinian orang hanya percaya saja namun keyakinan mereka kurang ini amat ironis karena beragama hal mendasar adalah keyakinan inilah menjadi pengikat dalam menganut agama dan mengamalkan ajarannya secara penuh dan menjadi penentu sukses tidaknya dalam mengamalkan ajarannya.

Di lain pihak ada lagi hanya sekedar menjalankan ajaran agama sebenarnya mereka tidak tahu apa makna dan tujuan mengamalkan ajarannya mereka ini hanya ikut ikutan saja maka hasil yang mereka peroleh tidak akan maksimal parahnya lagi mereka berdalih sudah melakukan semua upaya secara maksimal.

Maka dari itulah ajaran agama adalah pesan dari tuhan sang pencipta alam semesta beserta isinya wajib di praktekan oleh semua penganutnya secara menyeluruh dengan keyakinan dan kepercayaan penuh agar bisa menjadi solusi dalam menghadapi semua permasalahan hidup.




Om shanti shanti shanti om
Semoga bermanfaat

Friday, February 21, 2020

' IRI HATI ' sebuah penyakit masyarakat yang tak kunjung sembuh

' IRI HATI ' sebuah penyakit masyarakat yang tak kunjung sembuh.

Oleh ; Jmk Gde Garnida
Iri hati kata ini sering terdengar di mana mana bahkan dari dahulu kala sampai di jaman modern masih juga terdengar.
Ibarat sebuah penyakit yang tak kunjung sembuh atau tak ada obat penawarnya juga bagaikan sebuah virus menjalar ke mana mana tanpa kontrol dan kendali.seakan leluasa menjangkiti hampir semua usia ,hampir semua lapisan masyarakat bahkan merambah sampai pada perusahaan besar, sekalipun banyak orang menghujat,memaki namun tak kunjung usai.

Apa sesungguhnya iri hati ? Memang kalau di buat bentuk agak susah,namun iri hati merupakan sebuah perasaan yang hanya bisa di rasakan,orang yang punya perasaan iri hati cenderung akan membenci,menfitnah bahkan sampai memusuhi dan apapun yang di lakukan oleh orang yang di bencinya sekalipun itu sebuah kebaikan akan selalu di nilai negatif,seakan tiada tempat berguna atau yang baik bagi yang terkena iri hati.

Namun janganlah membalas orang yang punya perasaan iri hati,biarkan mereka berlaku seperti itu toh juga karma mereka yang dapat,tetapi menyadarkan mereka alangkah baiknya walaupun di jaman kekinian di anggap mengajari 'bebek berenang' tidak ada salahnya hanya sekedar mengingatkan akan dampak dari iri hati baik dari sudut pandang agama dan kesehatan.

Dalam ajaran agama manapun tidak pernah menganjurkan umatnya berlaku iri hati,selama sembilan tahun (sd-smu) belajar agama masih ada beberapa yang punya perasaan iri hati,mungkin di pengaruhi lingkungan dsb,dalam ajaran Hindu dimana umatnya di harapkan seperti intan (permata) yang dimanapun di tempatkan sekalipun di tempat kotor tetap akan menyala,artinya tidak akan terpengaruh lingkungan baik jahat maupun baik.

Di Bali masih di temukan iri hati sesama semeton Bali sungguh ironis,padahal orang Bali sangat terbuka sama kaum pendatang,toleransi sangat tinggi sama non Bali justru sesama orang Bali nampak mulai memudar,bukankah konsep 'suka duka' yang di buat sama tetua adalah bertujuan untuk menyatukan pesemetonan dalam suka maupun duka,briak briuk,dengan konsep  berbagi yang populer di sebut 'druwenang  sareng' (milikilah kelebihan dan kekuranganya) sebuah konsep yang di ilhami oleh 'tat twam asi' (itu adalah aku) ini sebuah konsep genius local yang sarat nilai kebenaran dan kebersamaan,saling asah dan saling asuh (sayang menyayangi) maka dengan benar-benar memahami dan mengamalkan konsep ini astungkare perasaan iri hati dapat di cegah setahap demi setahap,susah memang tapi namanya usaha harus di lakukan dengan kesabaran dan ketekunan.

Menurut sloka sarasamuccaya orang irihati itu disebutkan sebagai orang yang sengsara.
Dan iri hati di katakan sebagai  orang yang tidak suka melihat harta kekayaan orang, tidak suka melihat kerupawanan orang, tidak suka melihat status sosial orang, tidak suka melihat kesenangan orang, dan tidak suka melihat keberuntungan orang,dan akibatnya bagi orang yang senatiasa diliputi kedengkian dan irihati, hidupnya akan selalu dilekati oleh duka nestapa.

Dalam agama Hindu juga mengenal adanya sad ripu yaitu enam musuh yang ada dalam diri sendiri,bagian keenam sad ripu di sebut Matsarya berarti dengki atau iri hati. Hal ini akan menyiksa diri sendiri dan dapat merugikan orang lain. Orang yang matsarya (dengki atau iri hati) merasa hidupnya susah, miskin, bernasib sial, padahal sebenarnya kehidupannya bisa sebaliknya,sehingga akan menyiksa batinnya sendiri. Selain itu bila iri terhadap kepunyaan orang lain maka akan menimbulkan rasa ingin memusuhi, berniat jahat, melawan dan bahkan ingin bertengkar.

Maka sadarilah orang yang punya perasaan iri hati tidak akan pernah maju hidupnya,selalu dalam keadaan sengsara oleh perasaannya sendiri yang di akibatkan oleh pikiran dimana dalam tahap ini orang tersebut dikategorikan gagal dalam mengendalikan pikiran.





Rahayu
Artikel ini jauh dari sempurna
Mari berbagi saling melengkapi
Saran dan kritik sampaikan dengan baik kamipun menerima dengan baik